20 Motivasi Bijak RA Kartini

Belajar dari 20 Motivasi Bijak RA Kartini yang merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia serta pencetus emansipasi wanita
1. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu – satunya hal yang benar – benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

2. Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik.

3. Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.

4. Jangan mengeluhkan hal – hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.

5. Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam. - Kata Mutiara

6. Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat Aku mau! membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

7. Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

8. Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.

9. Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.

10. Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.

11. Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang. - Kata Motivasi Kartini

12. Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.

13. Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa. Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya untuk mencari seorang yang lebih baik darimu.

14. Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.

15. Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari penglipur hati pada manusia. Kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin ribut pun menjadi sepoi-sepoi.

16. Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?

17. Salah satu daripada cita – cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa. Haruslah juga segan menyakiti mahkluk lain, sedikitpun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita – citanya kita hendaklah menjaga sedapat – dapat yang kita usahakan. Supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: Dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu terima kasih namanya.

18. Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan – angan muda mati, kadang – kadang timbullah angan – angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.

19. Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni. (dalam salah satu kalimat isi suratnya kepada sahabatnya Ny. Abendanon di Belanda, tahun 1902)

20. Habis gelap terbitlah terang

Salam Edukasi
#Medan Parenting Club 

by PERHIMPUNAN INTI - SUMUT

SOSOK BURUNG YANG TERLIHAT DALAM REGRESI


MAKNA KEHADIRAN & SEMOGA MEMBAWA SUKACITTA

SEKEDAR BERBAGI SEMOGA MEMOTIVASI HIDUP

KRONOLOGI :
KIRI : Nampak burung yang tiba-tiba hinggap saat pengambilan gambar Peringatan 1 tahun usia si anak. Menurut cerita, burung tersebut tidak sengaja mati terinjak seseorang tidak lama setelahnya.

KANAN : Seekor burung kenari tiba-tiba muncul dan hinggap di ranjang tempat Romo To Hadi (Pengawas Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Sumatera Utara) , ketika sedang memulihkan kesehatannya di sebuah rumah sakit, baru-baru ini. Terlihat jinak dan menghayati alunan mantra The Heart Sutra (The Prajnaparamita-Hrdaya Sutra atau Sin-Cing) dari player smartphone Romo yang dikenal suka humor, blak-blakan dan juga baik hati ini. Fenomena unik ini hendaknya jangan tercebur dalam pandangan mistik yang rendah, tetapi harus dijadikan sebagai pijakan untuk membangun semangat yang lebih kuat untuk proses praktik kebajikan yang lebih luas dan memberi manfaat bagi semua makhluk tanpa batas. Bahwa ketika seekor burung pun (mungkin) bisa meresapi energi kedamaian dan kekuatan mantra The Heart Sutra, bagaimana pula dengan manusia yang jauh lebih sempurna dibandingkan satwa? Demikian dikutip dari Rudiyanto Tanwijaya

 SOSOK BURUNG YANG TERLIHAT DALAM REGRESI
Dalam 2x self Hipnosis, terlihat hal yang sama yaitu seekor burung yang bertengger pada pundak kanan seseorang (Tidak jelas siapakah dia, namun seperti pria dan rambut khasnya seperti yang terlihat pada rupang Buddha ), dimana seperti bergerak dan berjalan. Namun tidak pernah jelas makna penglihatan tersebut yang selalu terlihat dari arah belakang.

Yang terkenang hanya suasana kala itu senja, langitnya mulai gelap dan kemerahan. Sosok pria tersebut berjalan sambil ditemani seekor burung yang setia bertengger di bahu kanannya.

Sekedar mengaitkan hal kebetulan yang didapat dari klien hyonoterapi yang pernah lakukan self regression ke salah satu kehidupannya yang melihat saya merupakan seekor burung pipit hitam yang memiliki garis putih di leher.

Apapun cerita dan kondisi yang ada
Semoga memberi damai dan pencerahan
Menyadari Kehadiran mahkluk yang ada di sekitar kita,
baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat 
Seolah mereka turut bersuka cita dan mendukung kehadiran kita semoga semua mahkluk berbahagia sadhu3x
Mettacittena
DC - 4 MEI 2015 

FB : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10206748610374138&set=a.3700225664498.2175155.1241108529&type=1&theater

KARANIYA METTA SUTTA

KARANIYA METTA SUTTA

The Suttanipāta (Sn 1.8) and Khuddakapāṭha (Khp 9).
"the profound contemplation about Loving kindness"
"perenungan yang mendalam tentang cintakasih universal."



Interpretasi Paritta Karaniya Metta Sutta pada web ini agak berbeda dari penerjemahan pada umumnya
penerjemahan disini dibuat berdasarkan kitab penjelasan mengenai arti atau maksud dari tiap kata yang diungkapkan oleh Guru Agung kita Lord Buddha, sehingga kita bisa lebih terarah dan faham dengan lebih terurai makna yang terkandung dari setiap kata yang disabdakan oleh Beliau tanpa adanya spekulasi atau menebak nebak yang tidak berarah. Terjemahan disini langsung di check dari kosakata bahasa pali yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, mandarin dan Indonesia. Sehingga pengertian akan lebih terurai, dan demi melengkapi terjemahan terjemahan yang sudah ada di Indonesia yang hanya mengacu kepada terjemahan bahasa Inggris. Sehingga melalui penejelasan disini, kita semua menjadi jelas sudah apa arti atau maksud dari sabda Guru Agung dalam Karaniya Metta Sutta ini kepada para Bhikkhu saat itu.
 
Karaniya mattha kusalena,
Yan tam santam padam abhi-samecca;
Sakko uju ca suhuju ca,
Suvaco cassa mudu anatimani.

Santussako ca subharo ca,
Appakicco ca sallahukavutti;
Santindriyo ca nipako ca,
Appagabbho kulesu ananu giddho.

Na ca khuddam samacare kinci,
Yena vinnu pare upavadeyyum;
Sukhino va khemino hontu,
Sabbe satta bhavantu sukhitatta:
Ye keci panabhut'atthi,
Tasa va thavara va anavasesa;
Digha va ye mahanta va,
Majjima rassaka anukathula
Dittha va ye ca adittha,
Ye ca dure vasanti avidure;
Bhuta va sambhavesi va,
Sabbe satta bhavantu sukitatta.
Na paro pararam nikubbetha,
Natimannetha katthaci nam kinci;
Byarosana patighasanna,
Nannamannassa dukkhamiccheyya.

Mata yatha niyam puttam
Ayusa ekaputtamanurakkhe;
Evampi sabbabhutesu
Manasambhavaye aparimanam.
Mettanca sabbalokasmim
Mansambhavaye aparimanam;
Uddham adho ca tiriyanca,
Asambham averam asapattam.

Titthancaram nisinno va,
Sayano va yavatassa vigatamiddho;
Etam satim adhittheyya,
Brahmam etam viharam idha-mahu.
Ditthinca anupagamma,
Silava dassanena sampanno;
Kamesu vineyya gedham,
Na hi jatu gabbhaseyyam puna-reti ti.


Quote: Karaniya Metta Sutta (terjemahan)
Inilah yang harus dilaksanakan
oleh mereka-mereka yang tekun dalam kebaikan.
Dan telah mencapai ketenangan bathin.
Ia harus pandai, jujur, sangat jujur.
Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong.

Merasa puas, mudah dirawat
Tiada sibuk, sederhana hidupnya
Tenang indrianya, selalu waspada
Tahu malu, tidak melekat pada keluarga

Tak berbuat kesalahan walaupun kecil
yang dapat dicela oleh para Bijaksana.
Hendaklah ia selalu berpikir:
"Semoga semua makhluk sejahtera dan damai,
semoga semua makhluk berbahagia"

Makhluk apapun juga
Baik yang lemah atau yang kuat tanpa kecuali
Yang panjang atau yang besar
yang sedang, pendek, kurus atau gemuk

Yang terlihat atau tidak terlihat
Yang jauh maupun yang dekat
Yang telah terlahir atau yang akan dilahirkan
Semoga semuanya berbahagia

Jangan menipu orang lain
Atau menghina siapa saja,
Janganlah karena marah dan benci
Mengharapkan orang lain mendapat celaka

Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan nyawanya
Untuk melindungi anaknya yang tunggal
Demikianlah terhadap semua makhluk
Dipancarkannya pikiran kasih sayang tanpa batas

Hendaknya pikiran kasih sayang
Dipancarkannya ke seluruh penjuru alam,
ke atas, ke bawah, dan ke sekeliling
Tanpa rintangan, tanpa benci, atau permusuhan

Sewaktu berdiri, berjalan, atau duduk
Atau berbaring sesaat sebelum tidur
Ia tekun mengembangkan kesadaran ini
Yang dinamakan "Kediaman Brahma"

Tidak berpegang pada pandangan yang salah
Tekun dalam sila dan memiliki kebijaksanaan,
Hingga bathinnya bersih dari segala nafsu indria
Maka ia tak akan lahir lagi dalam rahim manapun juga


THE BUDDHA'S WORDS ON LOVING KINDNESS
This is what should be done
By one who is skilled in goodness,
And who knows the path of peace:
Let them be able and upright,
Straightforward and gentle in speech.
Humble and not conceited,
Contented and easily satisfied.
Unburdened with duties and frugal in their ways.
Peaceful and calm, and wise and skilful,
Not proud and demanding in nature.
Let them not do the slightest thing
That the wise would later reprove.
Wishing: In gladness and in safety,
May all beings be at ease.

Whatever living beings there may be;
Whether they are weak or strong, omitting none,
The great or the mighty, medium, short or small,
The seen and the unseen,
Those living near and far away,
Those born and to-be-born
May all beings be at ease.

Let none deceive another,
Or despise any being in any state.
Let none through anger or ill-will
Wish harm upon another.
Even as a mother protects with her life
Her child, her only child,
So with a boundless heart
Should one cherish all living beings;
Radiating kindness over the entire world:
Spreading upwards to the skies,
And downwards to the depths;
Outwards and unbounded,
Freed from hatred and ill-will.
Whether standing or walking,
seated or lying down
Free from drowsiness,
One should sustain this recollection.
This is said to be the sublime abiding.
By not holding to fixed views,
The pure-hearted one, having clarity of vision,
Being freed from all sense desires,
Is not born again into this world 



PEMBAHASAN & TERJEMAHAN LENGKAP

Interpretasi Paritta Karaniya Metta Sutta pada web ini agak berbeda dari penerjemahan pada umumnya penerjemahan disini dibuat berdasarkan kitab penjelasan mengenai arti atau maksud dari tiap kata yang diungkapkan oleh Guru Agung kita Lord Buddha, sehingga kita bisa lebih terarah dan faham dengan lebih terurai makna yang terkandung dari setiap kata yang disabdakan oleh Beliau tanpa adanya spekulasi atau menebak nebak yang tidak berarah. Terjemahan disini langsung di check dari kosakata bahasa pali yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, mandarin dan Indonesia. Sehingga pengertian akan lebih terurai, dan demi melengkapi terjemahan terjemahan yang sudah ada di Indonesia yang hanya mengacu kepada terjemahan bahasa Inggris. Sehingga melalui penejelasan disini, kita semua menjadi jelas sudah apa arti atau maksud dari sabda Guru Agung dalam Karaniya Metta Sutta ini kepada para Bhikkhu saat itu.

Biarlah melalui terjemahan dan penguraian dalam tulisan ini,
Bangkit-lah rasa persahabatan luhur 【mettā】terhadap semua makhluk dalam batin ini,
biarlah pengertian yang mendalam muncul dari dalam lubuk hati kita
untuk belajar menjadi manusia yang ber-niat-an bersih, bebas dari kepicikan, kedengkian dan keculasan, agar benar benar menjadi Siswa Buddha yang tak tergoyahkan didalam keluhurannya, sekaligus menjadi manusia yang lebih penyabar dan rendah hati. sadhu sadhu sadhu


Karanīyam atthakusalena
yan taṃ santaṃ padaṃ abhisamecca:
Sakko ujū ca sūjū ca
suvaco c'assa mudu anatimānī,

[Karanīyam...]:Kewajiban yang harus diemban bagi yang mana kesadaran luhur telah tumbuh dalam dirinya, Memenuhi hidup dengan keahlian dan pengetahuan, pikiran yang dipenuhi dengan kedamaian batin didalam kebajikan, menyukai hal hal yang mengarah kepada kedamaian [nirvana: hancurnya segala keegoismean yang mementingkan keuntungan [profit] bagi diri sendiri], memiliki pemahaman yang dalam mengenai kebajikan [kasih sayang].
[sakko...]:Bersungguh sungguh membina hidupnya didalam keadilan dan bersih dari kecurangan, Berpengetahuan dan berkeahlian serta mengerjakan sesuatu dengan kejujuran. Sering menelaah diri dengan teliti dan tanpa adanya kepalsuan, Mudah dinasehati – patuh terhadap nasehat baik dan luhur, ramah, nada bicara yang tidak tinggi serta tidak angkuh didalam ucapannya. [tidak memegahkan diri]

[Note:
karanīya = the duty required to be fulfilled; things to do.
Tugas yang diperlu dilakukan; Tugas yang perlu diemban
[atthakusala:[adj] clever in finding what is beneficial
attha:[m] meaningful; welfare or gain; wealth; need; want; useful;
kusala:“kammically wholesome” or “profitable”,salutary,morally good,【skillful】, Connotations of the term,according to Com.(Aṭṭhasālinī),are: of good health,blameless,productive of favourable kamma-result,skillful. It should be noted that Com.excludes the meaning 'skillful', when the term is applied to states of consciousness.
Skilfull disini adalah kesadaran yang terlatih baik didalam kebajikan, menyadari manfaat kebaikan]

maka itu Buddha pernah bersabda
yassa pāpaṁ kataṁ kammaṁ kusalena pithīyati,
so imaṁ lokaṁ pabhāseti
“Ia membuat dunia ini bersinar terang,
yang menggantikan segala gelagat jahatnya
dengan kesadaran luhur"
pithīyati = shut, closed = destroyed [ditutup, dihancurkan]

*ia yang pandai didalam memilah dan menemukan apa yang bermanfaat* =
Ini yang harus dilakukan oleh ia yang tahu kebajikan membawa manfaat, sehingga ia memilah dengan baik apa yang baik dan menghindari yang tidak baik [akusala]; atau tangkas didalam meluruskan dirinya didalam kebajikan, yang melatih dirinya sendiri didalam kebaikkan;

Karanīyam atthakusalena = INILAH KEWAJIBAN YANG HARUS DIPENUHI DIDALAM MENJALANKAN KEBAJIKAN.

yantaṃ - yanta = machine,engine. Referring to the machinery (outfit) of a ship (as oars,helm,etc.) 【MESIN - PENGGERAK】 行動機; 機器; 機車
santa = calmed; peaceful: a virtuous man.【damai, tenang: seorang yang berwatak baik】 寂靜 = 平靜, 安
abhisamecca: having understood thoroughly, to come by,to attain,to realise,grasp,understand 【Menguasai, mengerti sepenuhnya】 現觀,經理,體會

**Memahami sepenuhnya apa yang membawakan kedamaian atau ketenangan
seyogyanya mengerti dengan baik [cara] untuk sampai pada kondisi Damai & tenang
atau biasa kita kenal dengan sebutan Nibbana [kata padaṃ merujuk pada arti Nibbana]

*** Ujū = Honest; non-deceptive
【tidak memperdayai ; tidak menipu ; Tidak palsu dan tidak adanya tipu muslihat】 誠實不奸詐。
Suhuju = sincere;
【sungguh sungguh, tidak dibuat buat, tulus dan jujur】 誠實; 真心實意。 Dalam kontex diwejangan ini, mengumbar bukanlah sejenis jujur, Tapi Jujur mengandung arti atau makna Just [keadilan dan kebenaran] biasa kita kenal dengan sebutan hidup lurus, jalan lurus cara hidup yang:
  1. tidak diliputi oleh kecurangan,
  2. tidak memihak,
  3. BUKAN DEMI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI,
    keluarga, teman atau kelompok orang tertentu, kemudian melakukan kesemena menaan
  4. serta merta sekaligus bijaksana[tahu kapan harus berkata ini, kapan harus berkata itu]
    sehingga tercipta kedamaian dan rasa persahabatan diantara orang orang, muncul kasih sayang. bukan sebaliknya,
Silakan baca kisah Tissa Thera Kasih sayang seorang Arahat
Dan saat dipanggil bersaksi, ia akan mengatakan Ya jika ia menyaksikan sendiri peristiwanya.
tidak jika ia tidak menyaksikan sendiri. Sekali lagi, Lord Buddha bersabda "bukan untuk demi keuntungan dirinya pun demi seseorang atau kelompok orang tertentu" bahwasanya ia harus berkata jujur saat dimintai bersaksi di pengadilan.


Silakan dibaca sabda Guru Agung kita mengenai perkataan lurus dilink ini.

maka dari itu terjemahan dlm bhs Inggrisnya disebut upright.


Santussako ca subharo ca
appakicco ca sallahukavutti
Santidriyo ca nipako ca
appagabbho kulesu ananugiddho,


Hati nya dipenuhi rasa berkecukupan dan terima kasih dengan apa yang ia terima dari pemberian orang lain,
hidupnya sederhana [tahu batas diri sendiri]*** sehingga tidak menyusahkan orang lain.
Tidak sibuk mengerjakan banyak hal dalam hidupnya****,
perasaannya tidaklah tergoyahkan oleh keinginan ataupun niat jahat terhadap hal yang tidak ia sukai,
serta menjaga perilaku***** dengan baik. Tidak lancang, Tahu malu dan sopan,
baik melalui ucapan, perbuatan maupun pikiran, Tidaklah menjilat kepada
orang yang berpengaruh disekitarnya demi kepentingan apapun juga.
[Note:
  1. ***hidupnya sederhana - Subhari =
    - mudah ditopang,
    - tahu batas diri,
    - tidak bermimpi diluar dari kemampuannya sendiri, sehingga tidak menyusahkan orang lain.
    容易撫養,知曉滿足,心充滿感恩感激而不討多。
    Ia berterima kasih akan apa yang didapat atau diberikan oleh orang lain,
    Ia tidaklah mencibir saat diberikan yang lebih sedikit ataupun
    mendapatkan makanan yang kurang lezat dibandingkan yang lain,
    inilah yang disebut mudah disokong / mudah dilayani /
    hidupnya sederhana, tidak menyusahkan orang lain
  2. ****Tidak sibuk mengerjakan banyak hal dalam hidupnya =
    berfokus kepada kewajiban utamanya.
  3. *****menjaga moral = menjaga pengendalian diri dari berbuat jahat; menjaga SILA - pelatihan diri]
Na ca khuddaṃ samācare kiñci
yena viññū pare upavadeyyuṃ
Sukhino vā khemino hontu
sabbe sattā bhavantu sukhitattā:

Tidak melakukan kesalahan kecil apapun juga*
Yang dapat disesali oleh para bijak yang teguh dalam kebajikan.
[Kemudian dalam sanubarinya merenung]
bergembira dan damai - sentosalah hati para makluk
berbahagialah semua makluk hidup
[note:
khuddaṃ - khudda:[adj.] small; inferior; insignificant.[kecil, minor] 小部份,不是大事
samācare - samācari:[aor.of samācarati] behaved; acted; practised.[sikap, tindakan] 行為或態度
kiñci = everything 任何事
* tidak melakukan kesalahan kecil apapun,
Kata kata ini diungkapkan oleh Guru Agung,
ditujukan kepada para bhikkhu, yang memang pada saat
pembabaran Dhamma [karaniya metta sutta] ini diajarkan kepada para anggota Sangha
yang sedang melakukan meditasi dihutan dan diganggu.

jadi yang dimaksudkan dengan "melakukan kesalahan kecil"
adalah kesalahan minor yang dijelaskan Guru Agung
dalam Vinaya 【僧伽戒律】 - Sila, atau sikap tidak sopan, tidak baik, keji
baik secara pikiran, ucapan, maupun perbuatan.
didalam vinaya disebutkan diantaranya demikian:
  1. Menggoda pasangan orang lain [yang berarti mengganggu keharmonisan
    rumah tangga orang lain], termasuk berasmara atau jatuh cinta
    dengan pasangan orang lain
  2. Memakai pakaian yang tidak pantas
    [Memakai parfum, terlihat ketiak, belahan dada, pusar, Paha atau kaki yang tidak tertutup]
    masuk kedalam tempat ibadah dan bertemu bhikkhu
  3. Menyebabkan terbunuhnya binatang kecil, seperti tindakan menggali tanah atau menginjak rerumputan
  4. Menghasut kelompok dari orang yang baik agar terjadi perpecahan.
    [termasuk fitnah didalamnya]
  5. Mendukung hasutan yang dilakukan orang lain,[menjadi supporter],
  6. Baik membantah ataupun menolak nasihat Dhamma,
  7. Menghina [termasuk mengkritik] kehidupan suci
    [yang penuh menjalankan kesucian, hidup suci yang tidak terlibat dalam
    hubungan seksual, tidak terlibat dengan transaksi bisnis dan uang,
    yang tidak marah, tenang, tidak mencari keuntungan demi kepentingan
    pribadi maupun keluarga nya]
  8. Jika seorang umat awam tidak memiliki sikap hormat kepada Sangha,
    maka bhikkhu seharusnya stop mengajar Dhamma kepadanya sampai saat yang tepat,
    misalnya umat awam tersebut
    duduk di tempat duduk yang lebih tinggi,
    atau sedang berbaring;
    atau memakai topi.
  9. [khusus] untuk para Bhikkhu, menerima uang dari umat
    [termasuk membuat rekening bank atas nama seorang Bhikkhu,
    walaupun tidak secara langsung menerima uang
    tapi seorang yang menjalankan kehidupan suci tidak menerima
    materi atau uang, emas, perak dsb, apalagi atas nama dirinya.
    hal ini akan menyebabkan timbulnya pemikiran yang diluar Dhamma 【妄想】
    atas uang atau materi yang diterima melalui namanya.
    Dan umat pun turut ambil andil dalam karma buruk ini]
  10. Serakah dan memiliki niat jahat,
    dengan menghasut orang lain untuk memberikan hadiah atau
    pemberian hanya kepada dirinya saja, atau memberikan hadiah yang lebih
    kepada dirinya.
  11. Buang air besar, kencing kedalam air atau diatas rerumputan;
  12. Meludah disembarang tempat.

** sukhino from the word sukhin - sukha =
at ease, joy. 【安心恬淡,感到安樂】
vā = either, or. 【或者; 以及】
khemino is from a word Khemin 【平安無危】 which means abhaya 【無害】
safe and well, 【平安無事】
safe and peace: 【安然無恙】
a sense of safety,【平穩安全】
feeling safe from any danger.
[abhaya means free from danger 免於危害],

*** sabbe - sabba = to every 【每類,每種,所有】 semua
satta = being 【眾生,有情的生物】 makhluk
bhavantu - bhavati = yang telah dilahirkan, kepastian - biarlah.
adj: certainly, surely, let it be 【定】;
verb: existing, born, living.【命】
sukhita from word sukheti = bahagia
feel happy; feel glad; 【感到喜悅】
sense happy as if we are blessed,
the feeling when one feels blessed.
【一種感覺當我們聽到喜事的時候或收到別人的真心祝福,
我們常說感激佛菩薩保佑,感恩生活滿足。
那就是sukhita的意思,心充滿感激】

Khemino = aman sentosa, well and safe 平安無事
sukhitatta = hati yang senang / bergembira 心感到喜悅;快樂]
Ye keci pāṇabhūt' atthi
tasā vā thāvarā vā anavasesā
Dīgha vā ye mahantā vā
majjhimā rassakā aṇukathūlā

Terhadap Makluk hidup apapun juga yang ada [disemesta]
apakah mereka penakut [lemah karakternya] ataupun yang gagay berani [kuat karakternya] tanpa ada pengecualian,
Yang panjang* atau besar**, yang sedang***,
pendek, kecil ataupun yang gemuk.
[note:
* Panjang [digha] 長形的生物 - makluk bertubuh panjang seperti lindung atau belut 【鰻魚】, ikan 【魚類】, kadal【蜥蜴、四腳蛇】, dsb.
** Besar Mahanta 巨大的生物- elephant【大象】, hewan laut kedalaman yang sampai pada tahun 2012 ini belum diketemukan 【深海裡到2012年還沒被我們發現的長大形的動物】non-human[yakkha], etc. [which their hand, feet and body wide]
*** sedang Majjhima 中度【不大不小】- makluk seperti manusia 【人類】, kuda 【馬類】, sapi 【牛類】, babi 【豬】, dsb.
Pendek Rassaka 低矮形的生物 - ukuran diluar besar dan sedang.
Kecil Anuka 小形的生物 - makluk makluk kecil
yang tidak terlalu kelihatan oleh mata atau bahkan tak bisa terlihat oleh mata
seperti kutu yang ada dibuku 【書蚤】, kutu guguk 【狗蚤】 dsb.
Gemuk Thula 肥胖圓形的生物- makluk yang bertubuh bulat ataupun melingkar
seperti beberapa ikan tertentu 【圓形的魚類】, kerang kerangan 【貝類】, kepiting 【螃蟹】, dsb.]

Coba kita lihat perbendaharaan kata atau vocabnya secara harafiah [Pali literally]:
Klik gambar berikut

Diṭṭhā vā ye vā addiṭṭhā
ye ca dūre vasanti avidūre
Bhūtā vā sambhavesī vā
sabbe sattā bhavantu sukhitattā

Yang tampak ataupun yang tidak tampak oleh mata jasmani
Yang berdiam nun jauh ataupun yang dekat
Yang telah lahir ataupun yang masih mencari Dumadi ***
berbahagialah semua makluk hidup [Semoga semua makluk hidup berbahagia]

[Note:
***ataupun yang masih mencari Dumadi = sambhavesī
belum terlahir, sedang mencari kehidupan.
Dumadi = becoming = lahir = menjadi manusia
Sedang mencari dumadi = masih gentayangan]
Na paro paraṃ nikubbetha
nâtimaññetha katthacinaṃ kañci
Vyārosanā paṭighasaññā
nāññamaññassa dukkham iccheyya

Hentikan sudah sikap mencelakai ataupun merusak satu sama lainnya,
Janganlah bersikap congkak*** atau merasa lebih hebat
terhadap siapapun jua dikarenakan harta, kekuatan fisik,
prestasi serta kelebihan apapun yang dimilikinya,
dengan cara menunjukkan gaya sikap yang menantang ataupun angkuh.
Semoga dari dalam hati mereka tidaklah mengharapkan yang lain nya celaka
yang dikarenakan oleh kemarahan atau kebencian apapun bentuknya.

[note:
  • Na = Janganlah
  • paro param = lebih dalam lagi [further more] 加上,繼續,再.
    Na paro param 請勿...,別再...
  • Nikubbetha -Nikaroti,[Sk.nikaroti,ni+karoti] =
    to bring down,humiliate,to deceive 【slander】,cheat
    Sn.138 (nikubbetha Pot.=vañceyya KhA 247).
    pp.nikata (q.v.).(Page 352)
    [nikubbetha berasal dari kata "nikaroti"
    yang secara harafiah berarti Menjatuhkan, menghina,
    termasuk gelagat menipu dengan cara memfitnah] 奸詐,譭謗的行為
  • karoti = membangun atau membentuk [bergabung] 建立
  1. ***Semoga mereka tidak pula bersikap congkak
  2. = memandang rendah orang lain ataupun mencuekinya [mengabaikan seseorang], tidak meladeni orang lain, memandang sebelah mata.
  3. Nâtimaññetha – maññeyya = merasa paling hebat diantara yang lain,
    sombong, congkak ataupun memamerkan kelebihan diri sendiri]
  4. hotu = very well [hotu bhante = very well,sir]
  5. Iccheya - iccha = wishing, desire for [願望] semoga, berharap, menginginkan.

Mātā yathā niyaṃ puttaṃ
āyusā ekaputtam anurakkhe
Evam pi sabbabhūtesu
mānasam bhāvaye aparimāṇaṃ

Bagaikan seorang ibu yang sedang melindungi putra tunggalnya
dengan seluruh hidupnya untuk menghalau bahaya yang datang kepada anaknya..
Seperti [perbandingan keteguhan hati dan tanpa ke-egoisme-an] yang demikianlah
Maka biarlah bangkit pemikiran yang penuh dengan kasih sayang 
yang tidak berbatas terhadap semua makhluk. Lagi dan lagi.

[Note:
Maka biarlah bangkit pemikiran yang penuh dengan kasih sayang 
yang tidak berbatas :
  1. cinta kasih yang tanpa pamrih,
  2. bukan untuk kepentingan sendiri
  3. bagaikan sang surya menyinari dunia, ia tidak berbatas pada tempat atau daerah tertentu tapi sama rata tersinari bagi semuanya]



Mettañca sabbalokasmiṃ
mānasam bhāvaye aparimāṇaṃ
Uddhaṃ adho ca tiriyañ ca
asambādhaṃ averaṃ asapattaṃ

Rasa persahabatan dan cinta kasih yang tidak berbatas,
kesadaran yang tidak ternoda ini, dikembangkan hari demi hari hingga tak terbatas [terhadap semua]
apakah ditempat ketinggian, ditempat yang rendah atau ditempat yang luas
sebuah rasa persahabatan dan cinta kasih yang tak tergoyahkan,
tanpa adanya rasa benci dan permusuhan, membawa kedamaian bagi semuanya.
[Note:
  1. Mettañca sabbalokasmiṃ mānasam bhāvaye aparimāṇaṃ
    mettañca = rasa persahabatan, cinta kasih [friendly mind, benevolence heart]
    sabbalokasmiṃ = boundless, universal [yang tak berbatas]
    mānasaṃ :The mind; arhatship; intention,purpose [pikiran yang tak bernoda, bersih, maksud yg murni]
    bhāvaye - bhāveti :[bhū+ e] increases; cultivates; develops.[maju, berkembang, bertumbuh subur]
    aparimāṇa :[adj] immeasurable [limitless]. [tak terbatas]
  2. ***Kearah atas, kearah bawah, dan kesekeliling
    Kearah atas : kepada makluk makluk di alam surga kita turut mengharapkan mereka juga ikut berbahagia didalam "pikiran Cinta kasih dan tindakan kasih sayang". [sebagai perbandingan, silakan lihat terjemahan paritta Ettavata pada bait pertama]
  3. kearah bawah : kepada makluk makluk yang berada dialam menderita kita mengharapkan mereka bebas dari penderitaan dan dapat ikut merasa bahagia didalam pikiran yang penuh dengan loving kindness dan tindakan yang penuh kasih sayang. [sebagai perbandingan, silakan lihat terjemahan paritta Ettavata]
  4. kesekeliling : kepada makluk berbentuk fisik kasar disekeliling kita: manusia, dll, pun kepada dewa bumi yang berada disekitar, kita berharap agar semuanya sehat sehat, panjang umur, hidup berbahagia, aman sentosa dan slamat sejahtera, dan juga bersyukur akan apa yang telah diperoleh [sebagai perbandingan, silakan lihat terjemahan paritta Ettavata]
  5. Tanpa rintangan : dengan penghalang yang dirobohkan, maksudnya adalah "bahkan kepada musuh kita sekalipun". "Tak tergoyahkan"
  6. tanpa benci : melampaui rasa benci, tidak terpengaruh akan rasa ketidak sukaan terhadap perwujudan atau terhadap makluk apapun, yang memiliki makna bebas dari rasa tidak suka terhadap bentuk apapun.
  7. dan tanpa rasa permusuhan : bukan dengan maksud jahat atau prasangka buruk. melampaui rasa permusuhan. Orang yang penuh kasih sayang tidaklah menentang siapapun juga, ia sabar dan tidak sombong sehingga tidak memiliki musuh, orang yang penuh kasih sayang, hati nya LAPANG, pintu maaf dan pengertian terbuka lebar2. karena hatinya berakar dari metta karuna [kasih sayang]. Orang yang demikian akan disayangi dan dijaga oleh manusia maupun makluk yang bukan manusia.


    secara harafiah berarti:
    pikiran bersih nan murni yang penuh persahabatan terhadap semuanya disemesta ini dikembangkan tak terbatas [terus menerus; hari demi hari] apakah

    Cultivate an all-embracing mind of friendliness [kindness] for all throughout the universe,
    In all its height, depth and breadth — Love that is untroubled And beyond hatred or enmity.


Tiṭṭhaṃ caraṃ nisinno vā
sayāno vā yāvat' assa vigatamiddho
Etaṃ satiṃ adhiṭṭheyya
brahmam etaṃ vihāraṃ idha-m-ahu

Baik selagi berdiri, berjalan ataupun duduk
Atau saat berbaring selagi kewaspadaannya tidak lemah atau mengantuk
[Ia] Hidup dengan Kesadaran yang tercurahkan [didalam cinta kasih agung dan luhur]
[demikianlah] hadir kerajaan Brahma pada saat ini juga disini [bersamanya]


Note:
  1. Word Bank:
    etaṃ - eso = that or that [itu / ini] 【此;那;這】
    satiṃ = mindfulness [pemikirannya, kesadarannya]
    adhiṭṭheyya - Adhiṭṭhaka [adj][fr. adhiṭṭhāti] bent on,given to,get used to be like that, habit.[devote to] [dicurahkan sepenuhnya, menjadi terbiasa dengan itu]
    Brahma =
    the glorious God or great heavenly being,
    blessed with great power and virtues [Brahma Agung]
    【梵天神; 偉大天神;高尚天神】
    vihāra = "abode" 【宅;世界】
    There are 3 abodes 【這詞指的是三類之界】:
    the heavenly abode [dibba-vihāra], 【神世界】
    the divine abode [brahma-vihāra,q.v.], 【天神世界】
    the noble abode [ariya-vihāra] 【聖賢世界】
    idha = [adv] here and now; in this world or existence.【現在; 在這兒;在這個地方】
    māhu = exist, present [hadir]

    Secara harafiah berarti
    "Hidup dengan kesadaran tercurahkan [dalam cinta kasih tersebut], Demikianlah Kerajaan Makluk surgawi agung nan luhur hadir saat ini juga disini"
  2. *** Ia meneguhkan hatinya dalam kesadaran jhana cinta kasih ini [dalam pikirannya]. Ia hidup dengan kesadaran yang demikian
  3. Brahma : makluk surgawi tertinggi dan dengan cahaya yang bersinar terang.
    梵天 - 無限光亮之天神, 比一般神仙更加高位,比較偉大。
    其他宗教稱呼祂阿拉,神主,等等。
    因為限於智慧所以他們以為祂是創造者,無上神,等等,
  4. Yang mana didalam kata Brahma Vihara,
    bahwasanya hal ini merujuk pada arti
    "kediaman / alam [situasi dan kondisi] yang tertinggi, yaitu:
    kemuliaan yang paling agung / mulia diantara alam surga."

    Diantara kebahagiaan pada kediaman kediaman [realm - alam] Surga,
    Bagi hati yang penuh cinta kasih dan kasih sayang adalah
    "sudah mewujudkan langsung surga itu didunia ini",

    atau dengan kata lain
    "menghadirkan surga langsung saat ini juga dan disini"
    Kediaman luhur telah lahir didalam hati kita : Brahma Vihara.

    pengertian yang dimaksud dengan KEDIAMAN BRAHMA [Brahma vihara] dicapai melalui 4 sifat alami dari Brahma
    [metta, karuna, mudita dan upekkha] adalah kesatuan dari 4 sifat yang tertinggi [luhur], yang diterakan sebagai berikut:

    1. Metta [bukan hanya dengan pengharapan baik terhadap yang lainnya, akan tetapi juga mereda kebencian / kecekolan dalam hati seperti yang disebutkan dalam Dhammapada bait 127 ]

    2. karuna [membantu meringankan kesulitan yang lainnya,
    contohnya
    - dengan tangan sendiri, menjaga, mengurus saat orang tua sakit, dengan hati yang penuh kasih sayang.

    a. saat orang tua kita telah mencapai usia tua, dan mungkin akan membuang kotorannya tanpa sepengetahuannya atau diluar kontrol. anak anak yang budiman janganlah merasa jijik karena hal itu, bersihkan dengan menggunakan tissue ataupun kantong plastik dengan kasih sayang anda dari dalam lubuk hati dan buanglah kotorannya, sama seperti beliau yang dengan kasih sayang mereka mengelap atau membersihkan kotoran kita saat kita masih tidak berdaya [bayi] tanpa merasa jijik sekalipun, sebaliknya mereka dengan tersenyum dan penuh kasih sayang melakukan hal itu.

    b. sama juga saat mereka sakit, mari kita jaga dan rawat mereka dengan kasih sayang seperti saat kita sakit waktu bayi ataupun balita, mereka menghibur, mengajak bicara, mencium pipi kita dengan kasih sayangnya mengharapkan kita lekas sembuh.

    c. memenuhi kebutuhan pokok orang tua, mengunjungi mereka secara rutin sambil mengajak mereka ngobrol, sesungguhnya saat anak anak mengajak mereka ngobrol, apapun pembicaraan asalkan ringan atau senda gurau penuh kasih sayang, walau diulang berkali kali, hati mereka sudah bahagia melihat anda anak anaknya mau ngobrol dengan mereka, ataupun sambil menikmati hidangan oatmeal yang menyehatkan bersama sama dengan mereka sambil ngobrol ataupun menyuapi mereka.
    Sang Buddha bersabda:
    "setelah anak anak berbakti kepada orang tua,
    kemudian barulah datang menghadap Tatagatha, memberi hormat...."

    - dengan hati yang penuh kasih sayang mengulurkan tangan
    menolong yang lain,
    - mengambil tali yang berserakan ditanah tempat kita jalan kaki,
    dengan memancarkan metta:
    "semoga orang tua yang berjalan dijalan ini selamat sejahtera,
    semoga mereka diberkati kebahagiaan, kesehatan dan panjang umur",
    - membantu menjaga dan menyebrangkan orang tua yang takut menyebrang dijalan raya.
    - saat mengendari kendaraan pada situasi umumnya, berhati hati, mengalah saat orang orang menyebrang ataupun kendaraan lain ingin lewat.
    - selain itu, karuna juga wujud dari "Memaafkan"
    memaafkan dengan tanpa membuat orang yang dimaafkan
    menjadi dipermalukan didepan orang orang,
    memanglah pemaafan yang tulus akan terjadi
    saat yang dimaafkan tidaklah dibuat malu dihadapan khalayak ramai.
    Karuna arti harafiah = kasih sayang, compassion]

    3. Mudita [Senyuman, yang cukup hamba sahaya tahu akan
    - turut bergembira didalam kebajikan yang dilakukan seseorang,
    - tidak mencibir saat orang lain menerima lebih dan istimewa,
    karena orang yang bermudita citta sudah mengerti bahwa
    setiap keberhasilan seseorang
    adalah hasil atau bayaran dari setiap perbuatan baiknya masing masing,
    bukan merupakan hadiah gratis yang jatuh dari langit, 
    perbuatan baik yang dimaksud dalam konteks uraian ini yaitu:
    - tidak menjilat,
    - giat bekerja,
    - bermurah hati
    - tanpa membanggakan diri sendiri ataupun sengaja menegaskan
    "AKU lho yang membantu"


    orang ini bebas dari Ego / keegoismean = lawan dari dengki, Simpati
    ini yang disebut MUDITA]

    4. Upekkha [Hati yang tenang, tak tergoyahkan oleh berbagai kejadian alam,
    - apakah susah senang,
    - dipuji ataupun dihina,
    - pikirannya tidak gentar, kalaupun gentar,
    dengan segera ia mengembalikan kesadarannya
    bahwa segala sesuatunya bukanlah terjadi dengan begitu saja,
    alam memiliki cara kerjanya sendiri
    yang mana segala sesuatunya berputar/berproses/terjadi
    sesuai dengan secara alamiah
    "menanam benih jambu maka tumbuhlah pohon jambu"
    sesuai dengan hukum alam
    .

    kita tidak bisa mengatur alam, seperti manusia tidak bisa setiap kali mengatur kapan terjadinya hujan dan petir, tapi terjadi karena pergerakan hukum alam yang terjadi. saat hati kita bisa memaklumi, mengerti sehingga bisa menerima segala kondisi dari bentuk2 kehidupan yang beragam, kemantapan hati yang tak tergoncangkan ini yang disebut upekkha, harafiah = keseimbangan batin]

    "orang yang ke4 hal ini telah berkembang dengan baik dan mantab
    adalah telah berdiam didalam Kediaman Brahma [The sublime realm - kediaman tertinggi/luhur], yang merujuk pada arti telah bersikap luhur.
    Brahmavihara ini juga bisa disebut "apramāṇa" [bhs Sansekerta] ,
    atau Pāli: "appamaññā". yang maksudnya adalah 4 sifat yang luhur, tak terukur batasannya yang menembus dimensi manusia"


    dalam bhs Inggris disebut
    "sublime"[yang tertinggi] atau "divine abodes"

    [Divine abodes: "Kediaman Surgawi" yang merujuk pada
    sifat Ke-Brahma-an,
    sifat Ketuhanan.
    sifat dari makluk surgawi.
    sebuah perumpamaan yang bukan tempat tetapi sifat luhur]



Diṭṭiñ ca anupagamma
sīlavā dassanena sampanno
Kāmesu vineyya gedhaṃ
na hi jātu gabbhaseyyaṃ punar etī ti

Kemudian ia menghindari pemikiran salah [tentang milikku]
Ia menjadi mantab didalam kebajikan
dan luhur nan melampaui keduniawian
hingga bersih dari kekotoran batin.
Orang seperti itu tak akan lahir dalam rahim manapun juga.


Note:
1. selain pengembangan cinta kasih seperti yang disebutkan dibait sebelumnya, Kemudian langkah berikutnya adalah ia juga selayaknya menghindari pemikiran salah tentang
  • milikku,
  • diri ini milikku,
  • harta ini milikku,
  • anak ini milikku
  • dan seterusnya


Lord Buddha Bersabda:
“Anak-anak ini milikku, kekayaan ini milikku,”
demikianlah pikiran orang bodoh.
Bahkan dirinya sendiri pun sebenarnya bukanlah miliknya,
bagaimana mungkin anak dan kekayaan itu adalah miliknya?

baca kisahnya pada kitab Dhammapadda - Bab Orang Bodoh


selain itu, hatinya juga seyogyanya mantap didalam memahami fenomena alamiah dialam semesta ini [biasa dikenal dengan istilah : trilaksana]
  1. berubah, tidak kekal 【Impermanent】 - Anicca
  2. tidaklah sempurna 【imperfect / unsatisfying】 - Dukkha
    yang pada dasarnya, segala sesuatu dialam semesta ini
    tidaklah memuaskan, suatu hari akan lapuk, terurai,
    yang bertemu akan berpisah,
    hanya bertahan pada tahap atau periode tertentu,
    tidak selamanya. maka tiadalah milikku yang kekal
    tidak ada aku yang kekal, bahkan jiwa dan raga inipun
  3. [Anatta]
    Jiwa dan Raga bukanlah satu entiti sejati, tapi adanya jiwa dan raga merupakan perpaduan dan saling keterkaitan, hingga mengalami perubahan dan bergerak terus dari waktu ke waktu. tidak ada yang sejati disana.
    note: jiwa disini adalah pengertian konvensional, tapi dalam kontex Buddhisme, maksudnya adalah kondisi mental, seperti bentuk pikiran, kesadaran, perasaan, dsb.

Penjelasan berikutnya pada bait diatas:
2. sīlavā = sampai akhirnya menjadi luhur, memiliki sikap, ucapan dan pemikiran yang baik dan lurus
sampanno = jenis keluhuran diatas duniawi
3. Kāmesu = nafsu indera – kesenangan dan kemelekatan yang timbul dari indra kita
Vineyya = telah dibersihkan – pure / murni / suci.
Gedhaṃ = keserakahan, kemelekatan [rasa ingin memiliki - memegang erat2; serakah], kekotoran batin.
Hingga bersih dari kekotoran batin =
Nafsu kesenangan indra dan keserakahan yang masih tersisahpun telah dibersihkan

1 = bebas dari pandangan salah terhadap fenomena kehidupan
2 + 3 = dan mantab didalam kebajikan [sila samadhi],
hingga suci-murni hatinya dari segala kekotoran batin
yang masih tersisah seperti keserakahan,
kemelekatan atau rasa ingin memiliki, egois, dsb.
[muncullah Pañña]
saat itulah ia mencapai pencerahan - Buddha, Arahat.

4. Ia tak akan lahir dalam rahim manapun juga.
See other translation:
Pali Script, click here
中文翻譯,請按這裡
English translation, click here

Setelah kita setiap hari bermeditasi, merenungkan bersihnya cinta kasih ini, mari kita lanjuti dengan perenungan mulia yang berikutnya:
Ber-cahaya-nya pikiran yang penuh dengan Cinta Kasih


Bow with Love & Kindness for all beings
fb:Dharmawaty Chang
2015

Sudahkah Putra - putri anda TERDAFTAR ACARA "BABY & KIDS BLESSING 2014 ?

WANITA BUDDHIS INDONESIA 
(WBI) SUMUT KEMBALI MENYELENGGARAKAN 
“BABY & KIDS BLESSING 2014"

Dalam upaya mendampingi para orang tua mewujudkan tanggung jawab kepada anak dalam memberikan kasih sayang serta membimbing buah hati memperoleh perlindungan dalam TRI RATNA maka untuk kali kedua Wanita Buddhis Indonesia ( WBI ) Sumut melaksanakan Program Kegiatan Baby & Kids Blessing pada hari Minggu 1 Juni 2014 dengan bertempat di Buddhayana Centre Komplek Graha NIaga No. 2A Medan, dimulai pada pukul 09.00 Wib hingga pukul 11.00 Wib.


APAKAH MAKNA "BABY & KIDS BLESSING" ?


Sdri. Pony selaku Ketua Panitia menambahkan bahwa Baby & Kids Blessing 2014  merupakan Program Ceremonial pemberkahan bagi bayi hingga anak 12 tahun yang akan dibimbing langsung oleh Anggota Sangha, dan Wanita Buddhis Indonesia Sumut senantiasa terpanggil dalam membantu para orang tua mempersembahkan yang terbaik bagi anak - anaknya kelak dimana pembekalan spiritual bagi anak sedini mungkin akan menjadi pondasi penting dalam tumbuh kembang moral dan ahklak si anak nantinya sehingga selain kewajiban orang tua membekali pendidikan sekolah maka wajib melengkapi bekal pondasi spiritual sebagai kebutuhan tumbuh kembang yang ideal bagi calon pemimpin yang bijaksana
serta memiliki nilai cinta kasih, kesabaran, keuletan serta hidup selaras Buddha Dhamma. 

RANGKAIAN ACARA CEREMONIAL
Acara Baby & Kids Blessing diadakan di Buddhayana centre lantai 4, akan dihadiri oleh puluhan bayi hingga anak - anak serta didampingi para orang tua, sanak famili hingga kakek & nenek yang berkesempatan menyaksikan moment indah dan sakral. Adanya pemanjatan doa bersama dan ceremonial Baby & Kids Blessing yang dilakukan oleh Anggota Sangha, melakukan penguntingan rambut bayi & anak – anak yang hadir sebagai simbolisasi juga adanya penyuapan air madu dan pemberian gelang panca warna langsung kepada masing – masing anak dengan didampingi oleh orang tua masing – masing. Serta yang paling ditunggu adalah moment kesempatan foto bersama anak dan orang tua dalam nuansa yang berbeda, tentunya acara ini tidak dipunggut bayaran sebagai persembahan dari WBI Sumut.

ACARA YANG BANYAK DIMINATI ORANG TUA

Ibu Lina Selamat selaku Ketua WBI Sumut  menyampaikan bahwa dalam serangkaian jadwal kegiatan WBI yang cukup padat namun tetap komitmen dalam mewujudkan banyaknya permintaan dari para orang tua untuk kembali diadakannya program kegitaan Blessing bagi anak - anak, dan mengharapkan acara ini dapat dimanfaatkan serta diikuti oleh semua orang tua Buddhis mengingat ini merupakan moment berkah bagi para orang tua dan buah hati yaitu berkesempatan hadir serta memperoleh kesempatan melakukan kebajikkan sedini mungkin dimana anak - anak tersebut dapat berkesempatan mempersembahkan bunga, dupa, pelita kepada Sangha, serta pada kesempatan yang sama akan menerima simbolik berkah dari Anggota Sangha berupa pemercikkan air dan anak - anak akan menerima suapan air madu sebagai pelambang keselamatan  serta kesehatan bagi anak - anak tersebut.

ANDA INGIN MENGADAKAN KEGIATAN BABY & KID BLESSING DI VIHARA ANDA ?
Kedepannya kegiatan ini dapat menjadi program di masing masing vihara, Untuk tata laksana serta penerbitan kartu tanda keikutsertaan anak dalam acara Baby & Kids blessing akan dibantu penanganan sepenuhnya dari pihak WBI Sumut


SERU & BAHAGIA BISA IKUT ACARA INI Lo..
Yuuukk teman - teman daftarkan diri segera ya....

INFORMASI & PENDAFTARAN
Hubungi Ms Yen Yen telp. 061-4555586
Divisi Administrasi di Buddhayana Centre Medan.
Kompl. Graha Niaga Blok A2 Jl. Bambu II Medan

THE TRUTH by Master Dasira Narada



THE TRUTH by Master Dasira Narada

Only in water can a vessel move forward
A true religion can only flourish in life
When you make it a point to cultivate yourself, be courageous
And weave yourself along to ride the rough tide
Sometimes you do it in a quiet way
At other times you outshine when you try to serve
While you work for Humanity’s progress
You build peace at the same time for the world population.
You never give in to force alone
And you’re unafraid of the wicked.
With everyone, you know how to mix
So you’ll know better the true nature of people.
You persevere in observing their conditions
And draw lessons from their experiences,
Black and white both has disadvantages
You keep delving into the matter to approach the golden rule.
Life changes according to the law of ebb and flow
You should study it with good will and fairness.
Between right and wrong, you use your mind to differentiate
You know where and what are the lies
You learn from those with the same mind
But you also learn from those different from us
You don’t say this is good, or that is bad
You take into account both right and wrong.
Your power to see things through is as deep as the river and as wide as the ocean
You stand in the middle, analyze and synthesize the facts.
All kinds of people from different backgrounds and with different characteristics
People in all professions
show us the different aspects of the light that shines on
and give us a chance to find truth.
They’re all our teachers, giving free lessons to us
and thus are all our benefactors.
A self-cultivator only has friends and not foes
and actually changes foes into friends.
When you know you’re wrong, you try to correct yourself,
after many failures, you’ll find success.
When you suffer because of bad people, more people will be drawn to goodness.
In the midst of bad people, the good ones stand out.
The truths that people usually talk about
Usually are only half-truths
That either veers to this side or that,
creating all kinds of “isms”.
Those are all one-sided and full of limitations,
what everyone agrees on is the real truth.
It doesn’t know any differentiation
between the colors of the skin or various classes,
Only love for everyone on Earth
without selfishness, lust or personal gain
is the truth that is truly meaningful.
Your true identity is truly superb
you don’t act out of self-interest,
but for the benefit of all concerned.
You give general happiness to all
and you lead everyone in the same direction.
You realize that all are one
and reach the level of the sages.
A self-cultivator realizes that life is full of contradictions,
and can get over all hardships.
Life helps us get enlightened in the right way
And in return, we help life in its hazards.
Something as small as a hair’s thread
lost somewhere will be collected and returned to the owner.
When you sow seeds, don’t throw them afar,
you should sow them in a big tree’s shade
You cover small dreams in the shadow of its umbrage,
so they can avoid birds and serpents.
The big tree will cover the young ones
So they can grow and always be protected.
The duration of one’s life is very short
And it isn’t easy to be born a human,
since you are already blessed with that benevolence.
Try to be worthy of the good grace
Love the country forever with all your heart
and love humanity as you would love yourself
Try to lead humanity in the right direction.

HISTORY AND PHILOSOPHY
The Founder Grand Master DASIRA NARADA
Grand Master DASIRA NARADA was born to a highly respected family. His father, Ajita Narada, was a Sri Lankan but carried the blood of the Bombayese. He was a diplomatic official with a strict character. His mother was Ceylonese, a gentle Buddhist with the virtues of a typical Asian woman. Inheriting qualities of his parents, the Founder Grand Master had a fair complexion and a noble heart. He was the only son in his family and it was hoped that he would carry on the family tradition. Although his father wanted him to develop a career in foreign affairs, Dasira Narada did not give up his intention of searching for spiritual liberation. He enrolled in the study of Eastern philosophy at the University of Nalanda. He earned a Ph.D. degree when he was 25 years of age. The knowledge of Eastern philosophy helped him understand, deeply, the impermanence of life. His benevolence, noble aspiration, and philosophical background were the driving force, which propelled him to seek liberation for himself as well as for humankind. When he was 42 years old, his father passed away in 1888, the government of Sri Lanka invited Dasira Narada to take part in State affairs in place of his father. 

His dedication brought many satisfactory results to the Sri Lankan State Department. Because of his achievements, Dasira Narada had secured himself a bright future in the government. After five years of service for the government, suddenly, Dasira Narada resigned from his position, a position many others desired. Dressed in a discolored garment, carrying a walking stick, he quietly left on his search for spiritual cultivation. He reached the Himalayas and began his spiritual practice. After 18 years of self-cultivation, He attained illumination, opened His own chakras, and was able to absorb cosmic energy into his body. The extraordinary thing was that He also developed the teaching of Divine Dharma Meditation, which includes a unique method to initiate the chakras opening for others without requiring them to go through a long and difficult process as He had.

The Second Grand Master Narada Mahathera and 5 Masters in Vietnam After years of traveling to help people, in 1916, the Founder Grand Master found a successor who had just reached the age of 18. With great confidence, the Founder Grand Master passed on all His knowledge and hoped His successor would continue conveying His Dharma to humankind. After 8 years of teaching this disciple, in 1924, the Founder Grand Master left for an unknown place and no one ever saw him again. His successor became the Second Grand Master. The Second Grand Master was educated at a Catholic school. After he accepted the mission from the Founder Grand Master Dasira Narada, he began the practice of Theravadan Buddhism under the Buddhist name of Narada Mahathera. At the same time, he quietly practiced and maintained the teaching of Divine Dharma Meditation. The Second Grand Master had an affinity to Vietnam. During the years of 1930-1950, he visited many places in Vietnam. He represented the Indian Buddhist Society and offered the Vietnamese Buddhist Society some of the Buddha’s relics, Bodhi trees, and spiritual literature - vestiges of Buddha Sakyamuni. In 1972, the Second Grand Master visited Vietnam for the last time and he privately instructed five Vietnamese masters to protect the teaching of Divine Dharma Meditation. The five Vietnamese masters were followers of the major religions in Vietnam which included Buddhism, Christianity, Caodaism, Hoa Hao, and a female physician. In 1974, he returned to Sri Lanka. On Sunday, October 2nd of 1983, he passed away at the age of 85 in Vajirarama Temple, where he had been the leader during the last years of his life. His funeral was solemnized as a state funeral by the Sri Lankan government and Sri Lankan Buddhist Society.
3. We are Thuan Duc Nguyen and Ngoc Hai Nguyen
The Divine Dharma Meditation teaching of the Founder Grand Master Dasira Narada was protected and maintained by the second lineage Grand Master Narada Mahathera and then passed on privately to the 5 third lineage Vietnamese Masters. We, the fourth lineage generation, were delegated with the noble responsibility directly from the third lineage Masters to convey the dharma of the Founder Grand Master to the world. Since then, we have dedicated our lives to the transmission of the extraordinary philosophy of the Founder Grand Master from the spiritual realm into practical spiritual and moral guidance for the physical world; and we developed the discipline of Universal Human Body Energy. 

We have acquired considerable understanding of the fundamental principles of Hinduism, Buddhism, Christianity, Taoism, Confucianism, and Caodaism from the third lineage Masters. However, we do not formally belong to any religion nor we attach ourselves to the formality of any system of belief. This gives us the freedom to contemplate and develop an innovative method of cultivation, to guide anyone towards spiritual improvement, regardless of their culture, race, religion, or political background. Following the teaching of truth of the Founder Grand Master, we have guided practitioners to achieve a better understanding about the true nature of life on earth so that they learn to lead a virtuous lifestyle, eliminating personal selfishness and developing altruistic compassion for one another. With its versatile and universal principles of practice, the teachings of U.H.B.E. have received enthusiastic support from many people all over the world, regardless of customs or culture. 

The Founder Grand Master Dasira Narada had shown humankind a path leading to the elimination of suffering and the attainment of awakening and liberation. Based on the divine dharma of the Founder Grand Master from the spiritual realm, we have devoted our lives to develop a practical and scientific method of cultivation.
Dikutip dari :  http://uhbe.org/?q=en/forums/teachings

KOMENTAR