DHAMMATALK RILIS YM ASHIN KHEMINDA - MEDAN 11 FEBRUARI 2012


MENGAWALI TAHUN NAGA AIR BERSAMA 
YM. ASHIN KHEMINDA
Lebih dari 2000 umat hadir memenuhi acara Dhammatalk “ MENJADI KAYA CARA BUDDHIS “ dari Binjai, Tg. Morawa, Rantau Prapat, hingga Jakarta, pada hari sabtu, 11 Februari 2012 bertempat di lantai V Grand Selecta Ballroom Medan. Acara yang dimulai pukul 19.00 Wib dimulai dengan serangkaian performance Tambur Oriental Enerjik dari Taman Alam Lumbini (TAL), Kecapi instrument, dan serangkaian lagu – lagu Buddhis dari Jaya Manggala Group. 

Sebelum mulai memasuki acara inti yaitu Dhammatalk, diawali dengan serangkaian kata sambutan dari Ketua Panitia Acara yaitu Sdri. Finny Owen Chang, hingga Pembimas Buddha Sumut Bapak Ketut Supardi, S.Ag., M.Si. yang dalam sambutannya beliau menyampaikan sukacita dan sangat mendukung program Abhidhamma Made Easy (AME) yang telah terlaksana sehingga memberi kesempatan bagi umat Buddhis dalam mempelajari dan mendalami ajaran guru Agung sehingga menjadi panduan dan pondasi kokoh dalam bersosialisasi sehingga akan tercipta kerukunan dalam bermasyarakat, antar umat beragama. 

Ketua Panitia Sdri. Finny Owen Chang dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa acara yang diselenggarakan oleh Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dan Bodhi Buddhist Centre Indonesia (BBCID) merupakan event yang senantiasa dinantikan umat kota Medan serta sekitarnya, karena merupakan kesempatan baik bagi Umat dalam menjalani kehidupan serta momen tepat dalam mengawali tahun naga air dengan lebih bijaksana, bukanlah hal mudah bagi panitia dalam menghadirkan Y.M Ashin Kheminda untuk hadir di Kota Medan mengingat butuh waktu menyusun serta menyesuaikan jadwal Dhammatalk touring Bhante yang demikian padat, adapun acara Dhammatalk kali ini merupakan serangkaian jadwal yang telah berjalan sukses dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia. Kehadiran Bhante sebagai pembicara dalam Acara Dhammatalk ini merupakan awal pertama kali di Medan sekaligus ajang perkenalan kepada masyarakat kota Medan dan sekitarnya untuk persiapan ke program inti berikutnya yaitu Abhidhamma Made Easy (AME) yang juga dilaksanakan bergilir di beberapa kota dan akan segera dilaksanakan di Medan.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Y.M Bhikkhu Pannasami, Bhikkhu, Bhiksuni, Samanera-Samaneri, Ketua MBI Sumut Up Ir Ony Indra Kusuma MBA, UP. Padmajaya Ombun Natio, Dra.Waty Tjakra selaku President PJBI, Ketua Sekber PMVBI Soewin Chandra Mudita, Ketua REI Sumut Ir. Tomi Wistan, Sekjend Pengurus INTI Kota Medan Williem Hasli dan Romo Pandita, Guru Agama, Yayasan & Pengurus Vihara serta tamu undangan dan para donatur pendukung pelaksanaan acara Dhammatalk.

Dhammatalk yang dikemas menarik tersebut dimulai dengan memperkenalkan Sosok Ashin Sang Pembelajar melalui penayangan serangkaian acara Dhammatalk di beberapa Kota Besar di Indonesia, aktivitas Beliau dalam memperkenalkan Abhidhamma dengan cara yang ringan dan menarik yaitu Program  AME serta jabaran singkat profil Bhante yang menerima upasampada di Mahasi Sasana Yelktha Meditation Centre of Yangon, Myanmar pada tahun 2004. Beliau merupakan salah satu anggota Sangha Agung Indonesia ( SAGIN) yang menerima medali emas (lulusan terbaik) dari The International Theravada Buddhist Missionary University of Yangon, Myanmar pada tahun 2008. Dari tayangan awal yang telah mengundang sambutan umat yang terpukau karena dari liputan setiap acara Dhamma talk yang dilakukan diberbagai kota benar – benar terlihat berbeda dan dikemas penuh kehangatan yang khas dari Ashin, serta tidak luput dari senyum dan keceriaan umat yang hadir di setiap acara. Umat di Kota medan benar - benar dibuat penasaran dan tidak sabar segera mendengarkan langsung Dhammatalk pada malam itu.
Salah seorang umat yang hadir menyampaikan rasa gembira dan berterima kasih kepada penyelenggara karena berekesempatan menghadirkan sosok pembicara yang luar biasa serta mampu mengemas penyampaian Dhamma dengan balutan canda serta tanpa diduga dalam seketika mampu menghipnosis audience. Penyajian cerita dan poin yang disampaikan ringan dan mudah dimengerti karena disampaikan dengan bahasa Ashin yang sederhana dan lugas serta sesekali terlontar kalimat yang disambut gelak tawa umat yang hadir.

Umat lain yang turut memberikan tanggapan setelah acara Dhammatalk menyatakan salut karena bisa dikatakan jarang terdapat Anggota Sangha yang dapat menyampaikan Dhamma dalam balutan dan gaya keseharian umat,  Ashin benar – benar piawai menguasai audience, terampil dalam mendapatkan emosi umat yang hadir, karena sesekali pendengar dibuat terbahak bahak dengan serentetan cerita moral dibalut unsur jenaka dan benar – benar melarutkan umat dalam haru tiba- tiba saat Ashin menyampaikan cerita haru seorang anak yang kembali merajut tali kasih dan bhakti kepada ibu yang telah terlupakan akibat kesibukan anak namun berakhir rasa sesal dan pilu karena kepergian ibu sesaat setelah anak tersebut berhasil mewujudkan bahagia dan harapannya sesaat sebelum sang Bunda pergi untuk selamanya. Umat Benar – benar terlarut sehingga tidak merasakan bosan, hal ini terbukti tidak seorangpun umat yang beranjak meninggalkan tempatnya hingga acara Dhammatalk usai.
Penyampaian Dhamma yang segar & humoris oleh Y.M  Ashin Kheminda
Dalam kesimpulannya Y.M  Ashin Kheminda : Bahwa dalam kehidupan senantiasa memiliki dua sudut pandang yang berpasangan yaitu baik buruk, positip negative, miskin kaya sehingga butuh kebijaksanaan dalam menyikapinya. Kebahagiaan yang akan dicapai bukanlah semata diperoleh dari timbunan kekayaan materi, namun tanpa kekayaan juga akan mengakibatkan penderitaan sehingga sebagai umat yang baik adalah tetap berusaha dan opimis dalam karir dan usaha dan tidak lupa mempergunakan kesempatan dan berdana di waktu dan tempat yang tepat sehingga akan menghasilkan manfaat besar serta kebahagiaan bagi semua mahkluk. Dalam menunjang kebijaksanaan dan mendukung perkembangan bathin seseorang maka diharapkan dapat mengikuti program Abhdidhamma Made Easy (AME) yang dikemas ringan dan menarik sehingga umat Buddha di kota Medan sehingga dapat lebih mudah memahami  Abhidhamma.

Panitia Pelaksana Acara Dhammatalk YM Ashin Kheminda 11 Feb 2012 MBI & BBCI
SANG PEMBELAJAR 
PELOPOR ABHIDHAMMA MADE EASY (AME)
Kata Ashin berasal dari bahasa Myanmar yang artinya Bhante. Jadi, Ashin Kheminda artinya sama dengan Bhante Kheminda.Lahir dii Semarang tahun 1967. Ayahnya merupakan seorang anggota DPR. Meupakan
Tamatan SMU Kolese Loyola Semarang yang tertarik pada agama Katolik karena ajaran cinta kasihnya. Ketertarikan ini berlanjut saat ia meneruskan kuliah di Fakultas Teknik Sipil di UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang di awal pertengahan tahun 1980-an. Namun kali ini lebih karena dosen mata kuliah agama Katolik murah memberi nilai. Perkenalan dengan Ajaran Buddha dimulai saat beliau gemar keluar masuk hutan mendalami tapa, hingga suatu ketika berjumpa biksu Tantra yang tinggal menyendiri di hutan Jawa Timur.
Biksu yang belakangan ia ketahui murid Ashin Jinarakkhita itu begitu bersahaja. Dari biksu inilah, ia mengenal Ajaran Buddha. Biksu ini mengajarkannya meditasi dengan objek api, hingga Ashin Keminda yang saat itu masih umat awam merasakan ketenangan yang luar biasa. Selama hidupnya, selama pencahariannya ia belum pernah merasakan ketenangan yang begitu memukau. Keterpukauan ini berlanjut, semua buku meditasi dari Achan Chah ia lahap habis, hingga timbul niatnya berguru langsung dengan Master meditasi itu di Thailand. Namun, ternyata ia yang masih awam dengan Ajaran Buddha tak berjodoh dengan Achan Chah, ia baru mengetahui Achan Chah telah tiada setelah tiba di Wat Pah Nanachat, Thailand. Tidak menemukan master yang diidolakan, ia berkeliling di pusat-pusat meditasi yang ada, kemudian melanjutkan ke Dharamsala, India. Sampai akhirnya, seorang kenalan yang orang Prancis menasehati, Myanmarlah gudangnya master meditasi. Myanmar? Ia baru mendengarnya tapi rasanya tak asing. Ia segera mencari tahu tentang Myanmar dan berangkat ke sana. Setibanya di Myanmar, ia memutuskan ingin menjadi biksu. Setahun belajar meditasi di Mahasi Sasana Yeikhta, Yangon, Myanmar beliau ditabhiskan oleh Sayadaw Jatila Mahathera. Kemudian ia mengambil gelar Bachelor di ITBMU (The International Theravãda Buddhist Missionary University) of Yangon dan memperoleh medali emas sebagai lulusan terbaik.
Setelah wisuda sarjana, sebenarnya ia ingin pulang ke Indonesia. Tetapi cerita menjadi berbeda ketika sebuah wihara di Singapura mengundangnya untuk tinggal dan mengajar Abhidhamma di sana. Ashin Kheminda akhirnya mengajar Abhidhamma dan meditasi di Singapura selama hampir 3 tahun; dan sempat menyelesaikan pendidikan S2 nya di Buddhist Studies di salah satu perguruan tinggi Buddhist di Singapura.
Saat berlangsung Word Buddhist Sangha Council di Myanmar pada tahun 2004, ia menjadi peserta dan bertemu dengan Mahathera Suryanadi yang sudah lama ia dengar namanya dari guru meditasinya di Indonesia. Pertemuan itu sangat berkesan. Sosok yang sudah lama terngiang di hatinya akhirnya bertemu jua. Ia terkesan dengan kerendahan hati dan kebijaksanan Mahathera Suryanadi. Pada tahun 2009, Ashin Kheminda resmi menjadi anggota Sangha Agung Indonesia. Faktor kedekatan dengan Mahathera Suryanadi dan kesesuaian dengan konsep Buddhayana membuatnya nyaman di Sangha Agung Indonesia. Menurut Bhante, konsep Buddhayana adalah warisan dari semangat Buddha, sama seperti saat Buddha belum parinirwana, semua umat Buddha dan Sangha bersatu tidak terkotak-kotak. Beliau sangat prihatin dengan kondisi perpecahan agama Buddha menjadi beberapa aliran. Seandainya Buddha masih hidup, Ashin Kheminda yakin beliau tidak akan setuju dengan perpecahan ini Untungnya Ashin Kheminda menemukan Sangha Agung Indonesia, dimana semua aliran bias bersatu dan duduk bersama dengan sangat harmonis. Selesai berwassa di Ekayana, saat ini Bhante berdomisili di Prasadha Jinarakkhita untuk membangun beberapa institusi Buddhis. Salah satunya adalah PJBI (Prasadha Jinarakkhita Buddhist Institut) yang akan launching 18 Februari 2002 nanti, yakni sekolah minggu Buddhist yang terstruktur, menggunakan kurikulum dari Taiwan, Srilangka dan Singapura.
 
By dhammavati 14212

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

KOMENTAR