Selayang Sabang 2011


SABANG ( Santai Banget )


WOW, SABANG JADI KEBANGGAN 
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) meluncurkan event Sabang International Regatta (SIR) 2011 di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Budpar Jakarta, Rabu malam (7/9). SIR 2011 merupakan lomba yacht internasional yang akan berlangsung pada 13 hingga 25 September, berlayar dari Phuket (Thailand) menuju Langkawi (Malaysia), dan berakhir di pelabuhan alam Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh (Indonesia).
Menurut Sapta Nirwandar, Sabang yang memiliki pelabuhan alam menjadi pusat wisata bahari di wilayah utara Indonesia bagian barat. Pelabuhan Sabang diminati wisatawan mancanegara, hal ini terlihat banyak kapal pesiar (cruise) internasional yang singgah di Pelabuhan Sabang untuk melihat keindahan taman laut di seputar Pulau Weh. ( Source : Analisa daily 9sep2011)

MEDAN – NAD 31 AGUSTUS 2011


Rombongan kami terdiri dari 40 orang lebih beranjak ke NAD dengan bus pada malam hari sehingga berharap paginya kami telah sampai di NAD. Diiringi hujan deras, kami mulai berangkat dan hanya menyaksikan kegelapan malam yang menemani kami sepanjang perjalanan.  

Pukul 8 pagi kami telah memasuki kota NAD dan segera menuju pelabuhan Ule Le untuk melanjutkan perjalanan ke pulau Sabang dengan kapal Feri yang akan berangkat pukul 9.30 Wib. Karena kami tiba lebih awal dari jadwal maka masih berkesempatan menyegarkan diri dengan mencuci muka dengan air asin tentunya wkkk dan sempat duduk nyaman di lokasi penantian kapal yang tersedia. Jujur, selama perjalanan yang dilalui dimana sarana jalan yang cukup baik ditambah suasana pelabuhan yang bersih serta tertata baik, rasanya kita cukup malu bila dibandingkan kondisi ota Medan yang seharusnya jauh lebih maju dan baik dari NAD.

Sebelum pukul 9.30, kapal feri  kapal cepat ) yang akan kami tumpangi sudah menyandar dan menunggu untuk membawa kami segera ke Sabang terletak di ujung Pulau Sumatera, tepatnya pada Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan butuh waktu 45 menit.


 PANTAI IBOIH ( baca Iboh) PULAU WEH-SABANG

Sesampainya di pulau Sabang kami langsung dijemput oleh supir rental yang telah kami pesan  sebulan sebelum kami datang, kami langsung diantakan ke penginapan kami yang terletak di daerah pantai Iboih. Sepanjang jalan yang kami lalui terkesan daerah yang asih alami bersih namun kondisi jalan dan bangunan yang terlihat masih baru dibangun pasca Tsunami pada tahun 2004 lalu, namun untuk kondisi jalan yang masih mulus serta tatanan bunga yang ditanam di ruas jalan menuju panati Iboih seolah membuai kita serasa di Genting.
Penginapan kami langsung menghadap hamparan pantai Iboih yang biru, jernih dan indah.

SNORKELING & DIVING HERE 

Kita nga perlu bawa alat snoekeling ataupun diving, karena disamping hotel dan area pantai tersedia alat yang disewakan dengan tariff yang cukup ekonomis.

Pantai ini cocok buat yang hobi  Snorkeling ataupun ingin menyaksikan keindahan bawah laut tanpa harus basah basahan maka kita bisa menyewa perahu tiga ratus ribu bisa memuat 10-12 orang, kita akan menyaksikan keindahan dasar laut dengan sarana kaca bingkai yang telah dirancang agar kita bisa menyaksikan langsung dengan jelas keindahan karang terumbung di dasar laut  dengan hilir mudiknya aneka ikan yang berwarna warni.


 PANTAI BIRU AS LIKE AS REDANG



 DERMAGA DEPAN PENGINAPAN



 AIR TERJUN PUTRA LAOT

 
Butuh waktu sekitar 20 – 30 menit dengan berjalan kaki dan sedikit melalui perairan dangkal dan berbatu licin sebelum kita sampai di lokasi pemandian di bawah air terjun mini.

Kesejukan suasana alam kian mengingigit tubuh saat kamu mencoba terjun bebas ke dalam air kolam brrrr.. 

Bicara soalnya keindahan di lokasi ini..wow funtastic
Disarankan tidak membawa anak kecil karena kita harus melalui beberapa lokasi yang terdiri dari bebatuan gunung yang besar dan licin. Hindari juga memakai sepatu yang licin ataupun sulit dibuka karena saat tertentu kita harus melepas sepatu agar tidak basah. Terpenting lagi wajib bawa baju salinan agar bisa menikmati sejuknya mandi dan berendam di air terjun


MAKAM BELANDA


KAPAL APONG

Kapal yang demikian besar seolah menjadi saksi bisu akan kedahsyatan bencana Tsunami yang telah terjadi di area ini pada tahun 2004. Merinding juga

  
TUGU KM NOL
Kurang afdol kalau berkunjung ke Sabang tanpa mengunjungi tempat yang satu ini, merupakan titik daratan paling barat Indonesia dan di tandai dengan sebuah monumen berupa Tugu Nol Kilometer. Tempat ini terletak di Taman Hutan Lindung Sabang . Tugu ini adalah tanda paling ujung bagian Barat Indonesia.

Letak Geografisnya terletak pada 5 derajat 54 menit 21,42 detik Lintang Utara (LU) dan 95 derajat 13 menit 00,50 detik Bujur Timur (BT). Apabila anda telah sampai di Tugu Km 0 ini, maka anda sudah berada di ujung paling Barat wilayah Indonesia. Tugu ini dibangun tahun 1997 dan diresmikan oleh Wakil Presiden H. Try Sutrisno. Saat ini Tugu Km 0 ini menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi oleh masyarakat terutama turis domestik maupun mancanegara. Walaupun saat ini fasilitasnya masih kurang, tapi Tugu Km 0 ini selalu ramai dikunjungi orang.

Suasana alam dan dikelilingi pepohonan  serta panorama biru laut di kawasan tugu, terutama menjelang mata hari terbenam. Karena tidak adanya sarana mobil angkutan umum maka kita bisa mencarter/menyewa mobil yang banyak kita temukan disana serta adanya jasa penyewaan mobil ataupun sepeda motor dengan biaya sekitar lima puluh ribu per hari akan menjadi sarana buat keliling menikmati keindahan pulau Sabang sepuasnya.

Sungguh ulah jahil yang disayangkan yaitu mencoret coret pada bagian permukaan monument yang merupakan salah satu asset wisata dan kebanggan Bangsa Indonesia


RUJAK SABANG

Dari setiap daerah pasti memiliki sajian rujak yang beraneka ragam bedanya, nah jangan lupa cicipi rujak di Sabang karena selain rasanya yang enak dan berbeda dengan rujak yang pernah saya cicipi di berbagai wilayah di Indonesia maupun hingga Bangkok. 

Rujak Sabang lebih mirip rujak Bebeuk atau parut karena komposisi buah yang disajikan tercincang dan kuahnya yang agak encer dari biasanya..wah jadi ngiler karena terdapat campuran buah khas Sabang sehingga terasa sedikit kenyal
 
SATE MATANG buat melompat
Sate matang yang terkenal ini bisa kamu temukan di sepanjang perjalanan di Aceh. Sate khas Aceh ini disajikan dengan bumbu kacangnya yang berbeda dengan yang lain, pokoknya wajib cobain apalagi disantap saat malam hari wuihhh sedap.

Hentakkan botol oleh pejual sesekali buat jantung serasa copot
Disini penyajian sate Matangnya cukup unik, karena pembeli akan dibuat terkejut bahkan meloncat karena kaget. Penjual akan melakukan sentakan sehingga suara kuat dari dentuman botol di gerobaknya bakal buat kamu kaget plus tertawa. Unik banget

MARTABAK TELUR

Martabak telur yang sama penampilannya dengan di Medan, namun jauh terasa lebih gurih dan wanginya yang khas kian membuat kamu ketagihan mau nambah, harganya juga hanya lima sampai tujuh ribu per porsi. Ditambah sajian acar bawangnya yang pedas dan pas perpaduan manisnya kian menambah selera.

MUSEUM TSUNAMI

 

Bangunan indah yang dirancang seolah dikolaborasikan antara unsure minimalis dan Retro Art Style, yaitu pada bagian dinding museum seolah bercrak pilinan tikar. Cukup unik dan luar biasa bagi saya, untuk wilayah Aceh yang memiliki bangunan dengan konsep art yang tinggi. Gedung ini dibangun pasca Tsunami dan dijadikan museum guna mengenang kejadian bencana di tahun 2004.

Bagian dalam museum
Pada bagian dalam museum, di bagian tengah ruangan sengaja dibangun wadah kolam air, dengan tatanan atap bangunan yang rendah ditambah rancangan yang modern akan membuat kamu serasa di Kuala Lumpur dan amazing banget.

Di salah satu sisi bagian dalam museum juga menjajakan aneka souvenir tentunya dengan harga yang tidak terlalu mahal, sayangnya tidak exclusive menjajkan produk cirri khas Aceh.

Aneka souvenir
Terdapat juga bangkai helikopter pada bagian luar museum yang sengaja dipajang bagi pengunjung.
 
Bagian luar Museum
 
Keindahan desain interior dan bangunan menjadi kurang sempurna karena kurangnya sarana informasi ataupun pamphlet pada lokasi lokasi tertentu. Saat kami kunjungi dalam suasana Ramadhan, jadi ada beberapa ruanagn yang terkunci. 
Bangkai Heli yang tidak jelas

Di lokasi ini masih kurang layak dijadikan areal pariwisata karena minimnya sarana informasi  misalnya pada lokasi helicopter, sehingga pengunjung kurang jelas akan keberadaan heli tersebut serta perlunya penambahan keterangan di bagian luar Museum akan histories kejadian bencana Tsunami yang telah merenggut begitu banyak nyawa dan dengan adanya museum ini selain menjadi poin peringatan juga bisa member pelajaran bagi pengunjung akan hal penting apa yang dapat diambil apabila ada kejadian yang serupa dimasa depan.  Butuh penambahan security apabila perlu, petugas oprasional sehingga saat liburan yang harusnya menyedot banyak pengunjung bukannya tertutup karena liburan dan tidak ada yang bertugas. Ditambah lagi kondisi toilet yang bagus namun tidak adanya petugas sehingga ada pengunjung yang kurang menjaga kebersihan setelah pub disana, wah jadi mengurangi estetika kekaguman saya di awal tadi.

MY SERTIFIKAT

 Bagi yang sudah menginjakkan kaki di Sabang, selain kita membawa  memory alam yang indah jangan lupa bawa oleh oleh khas di Sabang. Terpenting juga dapatkan sertfikat yang dikeluarkan oleh  Dinas Pariwisata Kota Sabang. Sertifikat Kilo Meter Nol (KM:O) Indonesia akan diberikan untuk para wisatawan yang berkunjung ke Sabang.
Cara mendapatkan sertifikat, sesampainya kita di Sabang mintalah para supir rental membantu kita memesannya kepada Dinas Pariwisata, jadi kita cukup menyerahkan data nama dan biaya Adm sekitar Rp.20.0000 maka saat kita pulang nanti kita sudah bisa memperolehnya.







by Dhammavati sept2011

Tidak ada komentar:

KOMENTAR